DR. Arif Zulkifli Nasution

Pengamat Lingkungan

Sabtu, 11 Agustus 2012

Penanaman Pohon Khas Jakarta

Penanaman pohon buah khas Jakarta seperti Kecapi, Salak Condet, durian Sitokong, atau berbagai pohon buah lainnya tidak disarankan untuk di tanam di taman kota atau pinggir jalan karena:
 1. Menimbulkan masalah social: dikhawatirkan buah yang dihasilkan menjadi rebutan masyarakat. Belum lagi apabila ditanam dipinggir jalan dapat menyebabkan kemacetan apabila banyak masyarakat atau anak-anak berebutan mengambil buahnya

2. Buah yang dihasilkan belum tentu bisa dimakan karena banyaknya polusi disekitarnya

3. Tidak dapat diandalkan sebagai penyerap polusi udara

4. Nilai Estetika yang kurang

Tanaman berdaun kecil-kecil dan lebat memiliki daya isap CO2 lebih kuat dibanding yang lebar tetapi sedikit. Ada beberapa jenis tanaman yang ditandainya mampu menyerap gas beracun dengan berbagai kapasitas rendah hingga sedang. Misalnya, puring, lidah mertua, sri rejeki, monstera, dan pandan bali.

Beberapa tanaman penyerap polusi udara, penghambat polusi, mendatangkan burung-burung, atau menunjukkan tingkat polusi udara. Berikut ini beberapa tanaman anti polusi :

1.Pohon Dadap Merah
Pohon ini baik ditanam di halaman terbuka, karena bisa mengundang datangnya para burung. Soalnya berbagai jenis burung suka sekali menyantap buah si dadap merah ini.
 2.Pohon Bungur dan Mahoni
Dikenal mampu menyerap polutan udara seperti timbal. Maka kedua pohon ini sebaiknya ditanam untuk penghijauan di kota-kota besar, dekat jalan protokol yang padat lalu lintasnya. Bukan rahasia lagi kalau kendaraan bermotor menjadi penyumbang timbal terbesar di udara.
Sebaliknya, pohon seperti akasia sebaiknya jangan dijadikan pohon jalur hijau. Mengapa? karena akasia menjadi salah satu pencetus asma. Begitu juga pohon palem yang indah bentuknya, tak begitu besar manfaatnya.
 3.Bunga Warna-Warni
Tanaman yang menyegarkan mata seperti bunga berwarna-warni mampu menjernihkan pikiran kita, sehingga baik ditanam di rumah sakit agar bisa mempecepat kesembuhan pasien. Tanaman ini jelas melawan polusi jiwa.
 4.Lumut
Lumut yang menempel di batang pohon mampu mendeteksi tingkat polusi udara suatu daerah. Semakin banyak lumut menempel di sebuah pohon berarti semakin baik kualitas udara di tempat itu.
 5.Tanaman Sirih Belanda (Devil’s Ivy)
Tanaman perdu yang bisa tumbuh dimana saja, termasuk di dalam pot di halaman rumah ini mampu menyerap formaldehida dan benzena. Hasilnya rumah pun lebih segar dan lega untuk bernafas.
 6.Kembang Sepatu
Mampu menyerap nitrogen sehingga membuat paru-paru kita jadi lega. Namun jangan sekali-sekali menanam bunga kembang sepatu di dekat ruang Radiografi. Tanaman ini berfungsi meneruskan radiasi sehingga berbahaya bagi orang di sekitar tempat radiografi tersebut.
 7.Sansevieria
Kalau kembang sepatu berfungsi melanjutkan radiasi, tidak demikian dengan tanaman sansevieria ini. Sansevieria mampu menyerap 107 jenis racun, termasuk polusi udara, asap rokok (nikotin), hingga radisi nuklir, sehingga cocok dijadikan penyegar. Oya, kaktus juga bisa menghambat radiasi.
 8.Pohon Trembesi
Mampu menyerap karbondioksida dalam jumlah yang besar, sehingga sangat disarankan untuk ditanam sebagai pohon penghijauan. Namun trambesi membutuhkan lahan yang cukup luas.
 beberapa tanaman rumah penyerap polutan dalam ruangan
1. Jenis Polutan : Formaldehida
Sumber Polutan : Tripleks, Particle board, Karpet, Furnitur, Produk kertas, Bahan Pembersih, Resin, Minyak tanah, Asap rokok.
Tanaman Penyerap Polutan :
Hanjuang
Ficus
Hanjuang, Ficus, Lili Paris, Palem bambu, Philodendron, Paku Neprolepis, Bunga Krisan, Azalea, Sri rejeki dan Aglonema.
 2. Jenis Polutan : Trikhloroetilena (TCE)
Sumber Polutan : Tinta, Cat, Pernis, dan Lem.
Tanaman Penyerap Polutan :
Palem Bambu
Hanjuang, Palem bambu, dan Bunga krisan
 3. Jenis Polutan : Benzena
Sumber Polutan : Bensin, Tinta, Minyak, Cat, Plastik, Karet, Deterjen, Asap rokok.
Tanaman Penyerap Polutan :
Krisan
Krisan
Hanjuang, Sansivera, Palem bambu, Bunga krisan, Aglonema.

2 Komentar:

Pada 15 Juni 2013 22.00 , Blogger origintour mengatakan...

Terima kasih atas artikel ini. Seandainya pemerintah membaca dan peduli dengan lingkungan hidup...

 
Pada 19 Juni 2013 02.53 , Blogger Arif Zulkifli mengatakan...

sama-sama, hadirnya blog ini sebagai sarana untuk menyampaikan pesan lingkungan kepada semua pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat.

 

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda

DR. Arif Zulkifli Nasution: Penanaman Pohon Khas Jakarta

Penanaman Pohon Khas Jakarta

Penanaman pohon buah khas Jakarta seperti Kecapi, Salak Condet, durian Sitokong, atau berbagai pohon buah lainnya tidak disarankan untuk di tanam di taman kota atau pinggir jalan karena:
 1. Menimbulkan masalah social: dikhawatirkan buah yang dihasilkan menjadi rebutan masyarakat. Belum lagi apabila ditanam dipinggir jalan dapat menyebabkan kemacetan apabila banyak masyarakat atau anak-anak berebutan mengambil buahnya

2. Buah yang dihasilkan belum tentu bisa dimakan karena banyaknya polusi disekitarnya

3. Tidak dapat diandalkan sebagai penyerap polusi udara

4. Nilai Estetika yang kurang

Tanaman berdaun kecil-kecil dan lebat memiliki daya isap CO2 lebih kuat dibanding yang lebar tetapi sedikit. Ada beberapa jenis tanaman yang ditandainya mampu menyerap gas beracun dengan berbagai kapasitas rendah hingga sedang. Misalnya, puring, lidah mertua, sri rejeki, monstera, dan pandan bali.

Beberapa tanaman penyerap polusi udara, penghambat polusi, mendatangkan burung-burung, atau menunjukkan tingkat polusi udara. Berikut ini beberapa tanaman anti polusi :

1.Pohon Dadap Merah
Pohon ini baik ditanam di halaman terbuka, karena bisa mengundang datangnya para burung. Soalnya berbagai jenis burung suka sekali menyantap buah si dadap merah ini.
 2.Pohon Bungur dan Mahoni
Dikenal mampu menyerap polutan udara seperti timbal. Maka kedua pohon ini sebaiknya ditanam untuk penghijauan di kota-kota besar, dekat jalan protokol yang padat lalu lintasnya. Bukan rahasia lagi kalau kendaraan bermotor menjadi penyumbang timbal terbesar di udara.
Sebaliknya, pohon seperti akasia sebaiknya jangan dijadikan pohon jalur hijau. Mengapa? karena akasia menjadi salah satu pencetus asma. Begitu juga pohon palem yang indah bentuknya, tak begitu besar manfaatnya.
 3.Bunga Warna-Warni
Tanaman yang menyegarkan mata seperti bunga berwarna-warni mampu menjernihkan pikiran kita, sehingga baik ditanam di rumah sakit agar bisa mempecepat kesembuhan pasien. Tanaman ini jelas melawan polusi jiwa.
 4.Lumut
Lumut yang menempel di batang pohon mampu mendeteksi tingkat polusi udara suatu daerah. Semakin banyak lumut menempel di sebuah pohon berarti semakin baik kualitas udara di tempat itu.
 5.Tanaman Sirih Belanda (Devil’s Ivy)
Tanaman perdu yang bisa tumbuh dimana saja, termasuk di dalam pot di halaman rumah ini mampu menyerap formaldehida dan benzena. Hasilnya rumah pun lebih segar dan lega untuk bernafas.
 6.Kembang Sepatu
Mampu menyerap nitrogen sehingga membuat paru-paru kita jadi lega. Namun jangan sekali-sekali menanam bunga kembang sepatu di dekat ruang Radiografi. Tanaman ini berfungsi meneruskan radiasi sehingga berbahaya bagi orang di sekitar tempat radiografi tersebut.
 7.Sansevieria
Kalau kembang sepatu berfungsi melanjutkan radiasi, tidak demikian dengan tanaman sansevieria ini. Sansevieria mampu menyerap 107 jenis racun, termasuk polusi udara, asap rokok (nikotin), hingga radisi nuklir, sehingga cocok dijadikan penyegar. Oya, kaktus juga bisa menghambat radiasi.
 8.Pohon Trembesi
Mampu menyerap karbondioksida dalam jumlah yang besar, sehingga sangat disarankan untuk ditanam sebagai pohon penghijauan. Namun trambesi membutuhkan lahan yang cukup luas.
 beberapa tanaman rumah penyerap polutan dalam ruangan
1. Jenis Polutan : Formaldehida
Sumber Polutan : Tripleks, Particle board, Karpet, Furnitur, Produk kertas, Bahan Pembersih, Resin, Minyak tanah, Asap rokok.
Tanaman Penyerap Polutan :
Hanjuang
Ficus
Hanjuang, Ficus, Lili Paris, Palem bambu, Philodendron, Paku Neprolepis, Bunga Krisan, Azalea, Sri rejeki dan Aglonema.
 2. Jenis Polutan : Trikhloroetilena (TCE)
Sumber Polutan : Tinta, Cat, Pernis, dan Lem.
Tanaman Penyerap Polutan :
Palem Bambu
Hanjuang, Palem bambu, dan Bunga krisan
 3. Jenis Polutan : Benzena
Sumber Polutan : Bensin, Tinta, Minyak, Cat, Plastik, Karet, Deterjen, Asap rokok.
Tanaman Penyerap Polutan :
Krisan
Krisan
Hanjuang, Sansivera, Palem bambu, Bunga krisan, Aglonema.